Sebuah jalan di penuhi roda roda
Kerikil kerikil kecil terpecah oleh pijakannya
Di sudut jalan ku pandangi keramaian
Berharap menemukan sebuah kencana
Almamater hitam bertepi sendiri
Mulai merajut tatapan yang ia kenali
Di balik kedua lensanya ia meresapi
Saling bertanya dimana hati
Berulang lelah telah menusuk jiwamu
Di sepertiga malam terakhir
Barulah kau bergegas menutup mata
Bergerak cepat takut tertinggal hari
Demi segenggam ilmu yang kau cari
Aku hanya benda jauh dari imaginasi
Tidak menyertai layar kemenanganmu
Titik akhir peluhmu bukan di bahuku
Namun aku pernah sedekat dua lensa mu
Seutas tali penyatu rindu
Pernah bersama kita mengikatnya
Jejakmu tidak berirama denganku
Tapi ku yakin puncak tertinggi ada di tanganmu
Jumat, 31 Mei 2019
Senin, 27 Mei 2019
Ramadhan
Duduk tersenyum aku di balik awan
Menanti gema shalawat malam
Semesta mulai mengayun cahaya
Terdengar sorak gembira setiap nyawa
Malam tak lagi sunyi sepi
Lantunkan ayat ayat suci silih berganti
Setiap yang bernapas bergegas pergi
Berlari mengejar shalat tarawih
Lisan terjaga amarah memudar
Lelah pun menjelma ibadah
Seluruh alam mencari Lailatul qadar
Malam ibadah menjemput berkah
Air mata melepas rindu pada ramadhan
Andai ini terakhir aku memeluknya
Sandaran hangat ku di bulan suci
Memohon ampun pada sang Kuasa
Menanti gema shalawat malam
Semesta mulai mengayun cahaya
Terdengar sorak gembira setiap nyawa
Malam tak lagi sunyi sepi
Lantunkan ayat ayat suci silih berganti
Setiap yang bernapas bergegas pergi
Berlari mengejar shalat tarawih
Lisan terjaga amarah memudar
Lelah pun menjelma ibadah
Seluruh alam mencari Lailatul qadar
Malam ibadah menjemput berkah
Air mata melepas rindu pada ramadhan
Andai ini terakhir aku memeluknya
Sandaran hangat ku di bulan suci
Memohon ampun pada sang Kuasa
Langganan:
Postingan (Atom)
Pelangi Rumah Tangga
Setelah menikah kebiasaan hidup akan berubah Biasanya aku tinggal menikmatinya sarapan yang ada di meja Tapi kini aku harus menyiapkannya ...